Posted on

Sejarah atau History Levis Strauss

Sejarah atau History Levis Strauss

 

Levi Strauss & Co. dimiliki secara privat oleh keturunan pendirinya, Lob Strauss, seorang imigran Yahudi yang pertama kali datang ke Amerika Serikat pada 1843.

Lob Strauss lahir di Buttenheim, Jerman, pada tahun 1829. Saat berusia 14 tahun, ia berlayar bersama ibu dan 2 saudara perempuannya dari Bremerhaven menuju New York. Di New York, saudara tiri laki-lakinya telah mendirikan bisnis tekstil dan jahitan berskala besar. Lob Strauss dan keluarganya tak lama kemudian pindah ke peternakan milik pamannya, Daniel Goldman, di Louisville, Kentucky. Mula-mula Strauss diharapkan mengambil alih peternakan ini. Namun ia mempunyai ide lain. Ia menyusuri jalan-jalan di Kentucky untuk menjual pakaian dan berbagai barang dari tas punggungnya.

Di California, Strauss memperhatikan bahwa para pekerja tambang memiliki celana yang cepat sekali rusak. Untuk itu Strauss mencoba membuat celana kerja dari bahan kanvas dan menjual celana itu kepada para penambang. Levis memiliki sebuah tenda yang terbuat dari kain kanvas. Kain kanvas ini dipotongnya dan dibuatnya menjadi beberapa celana yang dijual kepada para pekerja tambang emas. Dan ternyata celana dari kanvas itu laku keras. Karena celana buatan Strauss tahan lama dan tak mudah koyak. Merasa mendapat peluang, Strauss menyempurnakan “temuannya” dengan memesan bahan dari Genoa, italy yang disebut “Genes”, yang oleh Strauss diubah menjadi “Jeans”.

Tonggak Sejarah Levi Strauss

1829: Lob (kelak ganti nama menjadi Levi) Strauss lahir.

1843: Strauss bermigrasi dari Jerman ke Amerika Serikat (AS).

1853: Strauss menjadi warga negara AS, meninggalkan New York menuju San Francisco dan membuka usaha grosir barang kering yang menjual pakaian, selimut, saputangan, dll., ke toko-toko kecil ke seluruh Amerika bagian Barat.

1872 Jacob Davis, seorang penjahit dari Reno, Nevada, menulis surat kepada Levi Strauss, dan mengatakan kepadanya tentang proses yang ditemukannya untuk memasang paku pada pojok-pojok kantong pada celana panjang lelaki agar membuatnya lebih kuat. Ia menyarankan agar keduanya meminta paten atas proses tersebut bersama-sama dan Levi setuju.
1873 Levi Strauss & Jacob Davis diberikan hak paten atas proses pemakuan celana panjang oleh Kantor Paten dan Merek Dagang AS pada tanggal 20 Mei. Nomor paten tersebut adalah 139.121 dan merupakan penemuan blue jeans.
1886 Potongan kulit kecil merek Dua Kuda® pertama kali digunakan pada waist overalls. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kekuatan celana panjang tersebut serta memperkuat status Levi’s® sebagai perintis pembuatan pakaian yang menggunakan pemasangan paku yang dipatenkan.
1890: Perkenalan nomor lot pertama kali diberikan kepada produk yang sedang dibuat. Lot “501” digunakan untuk menandai waist overalls yang berkeling tembaga yang terkenal.
Sekitar 1901 Celana panjang – sekarang hanya disebut “overalls” – memiliki dua kantong belakang. Tampaknya Levi’s® menambahkan kantong tambahan ini karena permintaan konsumen atau perubahan pada mode pakaian lelaki pada saat itu.
1902 Levi Strauss meninggal dunia pada usia 73 tahun. Keponakan-keponakannya mengambil alih usaha tersebut; keturunan mereka masih menjalankan perusahaan tersebut saat ini.
1906 Gempa bumi dan kebakaran San Francisco memusnahkan markas besar dan pabrik-pabrik Levi Strauss & Co.
1915 Overalls memenangkan “Penghargaan Tertinggi” di Pameran Internasional Panama-Pasifik di San Francisco. LS&CO. mulai membeli denim dari Cone Mills di Greebsboro, Carolina Utara.
1922 Tempat ikat pinggang ditambahkan pada overalls, namun kancing bretel masih dipertahankan. Cinch juga masih digunakan pada celana panjang, namun beberapa orang membuangnya agar dapat memakai overalls tersebut dengan ikat pinggang. Sekali lagi, penambahan tempat ikat pinggang adalah sebagai tanggapan terhadap perubahan pada mode pakaian lelaki dan pemahaman Levi’s® tentang apa yang diinginkan oleh konsumen.
Sekitar 1927 Cone Mills mengembangkan 10 ons selvage denim merah secara eksklusif untuk jeans 501®. Denim tersebut ditenun dengan perkakas tenun selebar 29”.
1937 Kantong belakang pada overalls dijahitkan sehingga menutupi kelingannya. Hal ini sebagai tanggapan kepada konsumen yang mengeluh bahwa kelingan tersebut menggores perabot dan tempat duduk atau sadel.
Kancing bretel dicopot dari overalls. Konsumen diberikan snap-on-buttons jika mereka masih ingin memakai bretel.
Perang Perubahan dilakukan pada overalls agar sesuai dengan aturan yang Dunia ke-II ditetapkan oleh War Production Board (Dewan Produksi Perang, pada saat itu) untuk konservasi bahan mentah. Keling sela pukang, keling watch pocket dan cinch belakang dicopot untuk menghemat bahan dan logam. Desain jahitan Arcuate dicopot karena benang tersebut hanya bersifat dekoratif dan tidak bersifat vital untuk kegunaan garmen tersebut. Agar mempertahankan desain tersebut pada celana, maka operator mesin jahit LS&CO. melukisnya pada setiap pasang.
1943 Desain jahitan Arcuate terdaftar sebagai merek dagang.
Sekitar 1947 Versi jeans 501® pasca perang mulai lepas dari jenis produksi. Cinch berlalu untuk selamanya, keling ditempelkan lagi pada watch pocket dan Arcuate sekarang dijahitkan dengan menggunakan mesin berjarum ganda yang memberinya bentuk “berlian” pada titik di mana kedua garis jahitan bertemu. Hal ini menciptakan penampilan yang seragam untuk Arcuate, yang kontras dengan tahun-tahun sebelumnya, ketika aplikasi jarum tunggal memberikan setiap desain Arcuate suatu penampilan unik, tergantung pada keterampilan orang yang merngerjakannya.
Akhir 1950-an Leather patch (potongan kulit kecil) digantikan dengan leather patch bergambar Dua Kuda yang dibuat dari heavy-duty card stock, yang dikenal “mirip” dengan kulit.” Hal ini karena perusahaan sedang menjual produk secara nasional, dan mulai menjadi lebih mahal untuk menggunakan kulit asli. Juga, mesin cuci otomatis yang baru sangat tidak ramah pada barang-barang yang asli.
1954 Suatu versi overalls yang menggunakan resleting diperkenalkan dan disebut 501Z. Ini diperkenalkan setelah Levi’s® mulai menjual produk Levi’s® di Pantai Timur Amerika Serikat dan banyak orang tidak terbiasa dengan button fly (kancing) tersebut.
1960 Kata “overalls” digantikan dengan kata “jeans” dalam iklan dan pada kemasan. Levi’s® telah membuat produk lain di masa silam yang Levi’s® sebut “jeans” (khususnya celana panjang denim untuk pemuda pada tahun 1930-an) namun koleksi unggulan “overalls” Levi’s® – jean 501® – tidak memperoleh nama ini hingga anak-anak remaja mulai menyebut produk tersebut “jeans” pada tahun 1950-an. Tak seorangpun tahu persis mengapa kata tersebut berkaitan dengan overalls lelaki, namun anak-anak remaja mengadopsi frasa tersebut dan itu menjadi istilah yang digunakan oleh semua pengusaha pabrik.
Sekitar 1961 Jeans Pre-shrunk Levi’s® diperkenalkan.
1964 Jeans tersebut menjadi bagian dari koleksi permanen Smithsonian Institution di Washington, D.C.
1966 Iklan televisi pertama untuk jeans Levi’s® diudarakan.
Keling dicopot dari kantong belakang dan digantikan dengan bar tacking. Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa keling yang kuat pada akhirnya akan merusak bahan denim dan menimbulkan masalah yang membawa kepada isu pada tahun 1937: menggores perabotan.
1971  Perusahaan menjual sahamnya untuk publik. Kata “Levi’s®” pada Tab merah sekarang dijahitkan dengan warna putih dengan huruf besar “L” saja; “E” kelihatan seperti telah berubah, yang membawa kepada konsep pakaian model “E Besar” dan “e kecil.” Hal ini dilakukan agar sesuai dengan merek dagang baru perusahaan – “batwing” – yang diadopsi pada tahun 1967 di mana kata “Levi’s” dimaksudkan untuk menjadi nama pendiri Levi’s®, Levi Strauss.
1984 Kampanye iklan televisi “501 Blues” yang terkenal diluncurkan pada Olimpiade musim panas di Los Angeles.
1985 LS&CO. memenangkan Hadiah Dewan Gubernur/Iklan dari Kantor Advokat Negara Bagian New York untuk Orang Cacat, atas tayangannya yang positif tentang orang cacat dalam iklan televisi “501 Blues”.
1986 Yang pertama dalam seri iklan televisi inovatif untuk jeans 501® diudarakan di Europa. Iklan-iklan ini menampilkan musik rock Amerika klasik yang dicampur dengan nostalgia dan roman.
1992 Karena adanya minat terhadap jeans Levi’s® “vintage” di pihak konsumen di seluruh dunia, maka LS&CO. memperkenalkan jeans “Capital E” di Amerika Serikat. Hal ini juga mengikuti keberhasilan model vintage yang diciptakan sebelumnya oleh Levi Strauss Jepang.
1993 Levi Strauss & Co. mensponsori “Send Them Home Search,” yakni sebuah kontes untuk mendapatkan sepasang jeans Levi’s® tertua di Amerika Serikat. Jeans tertua tersebut dibuat pada akhir tahun 1920-an.


untuk mencari cerita lainnya click aja http://newandsecondstore.com/category/history/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *